Pangkalpinang, Gaspar86.com– Kasus meninggalnya bocah berusia 11 bulan di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang yang diduga akibat keterlambatan pelayanan medis mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak. Ketua Front Jaga Babel Kota Pangkalpinang, Maryadi, turut angkat bicara dan menyampaikan keprihatinannya.
Maryadi menilai kejadian tersebut tidak seharusnya terjadi apabila tenaga medis memberikan layanan cepat dan sigap. Ia menegaskan, persoalan kesehatan terutama yang menyangkut nyawa anak, harus menjadi prioritas utama tanpa alasan apapun.
“Saya sangat menyesalkan sekaligus menyayangkan peristiwa tragis ini. Kejadian seperti ini seharusnya bisa dicegah bila pelayanan kesehatan dilakukan dengan baik. Tidak boleh ada nyawa melayang hanya karena kelalaian pelayanan,” ujar Maryadi, Rabu (3/9/2025).
Sebagai Ketua Front Jaga Babel Kota Pangkalpinang, Maryadi juga mendorong pihak RSBT untuk segera memberikan klarifikasi secara terbuka kepada masyarakat. Ia mendesak pemerintah daerah maupun instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar pelayanan di RSBT.
“Transparansi harus ditegakkan. Evaluasi menyeluruh penting dilakukan agar masyarakat bisa kembali percaya pada pelayanan kesehatan di daerah kita. Kasus ini harus menjadi pelajaran serius,” tambahnya.
Kasus meninggalnya bocah 11 bulan di RSBT Pangkalpinang sebelumnya ramai diperbincangkan setelah keluarga pasien menuding perawat baru datang hampir lima jam setelah kondisi anak mereka kritis. Dugaan kelalaian pelayanan ini pun memicu kemarahan publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSBT Pangkalpinang belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.

















